Harga properti residensial di Jakarta, Surabaya, dan Bandung terus bergerak naik. Di tengah kondisi ini, model hunian co-living berkembang pesat sebagai alternatif yang lebih terjangkau sekaligus lebih kaya komunitas.

Mengapa Co-Living Menarik Milenial dan Gen Z?

Fleksibilitas kontrak menjadi daya tarik utama. Co-living umumnya menawarkan sewa bulanan tanpa ikatan kontrak panjang, dengan utilitas dan internet sudah termasuk dalam harga sewa.

Peluang Investasi yang Makin Matang

Yield co-living di Jakarta Selatan dilaporkan mencapai 7–9 persen per tahun — lebih tinggi dari rata-rata apartemen konvensional di lokasi serupa. Beberapa operator besar kini membuka peluang investasi fraksional.